Kisah 4 Bintang Sepak Bola Dunia yang Putuskan Pensiun Akhir Musim 2018/19

Musim 2018/19 akan segera berakhir, begitu pun dengan karier beberapa pemain kawakan yang juga akan berakhir. Pensiuannya para pemain sepak bola memang sudah bukan hal yang asing lagi, karena semakin bertambah usia kemampuan dan fisik mereka pun semakin menurun. Hal itu lah yang membuat mereka semakin kalah bersaing dengan para pemain muda yang masih memiliki kondisi fisik lebih prima. Pada akhir musim 2018/19 kali ini setidaknya ada 4 pemain kawakan yang memutuskan pensiun, di mana wajah mereka telah menghiasai pentas sepak bola dunia setidaknya selama 15 tahun terakhir.

Xavi Hernandez

Xavi erat kaitannya dengan Barcelona, di mana pemain asal Spanyol itu mengawali kariernya dengan bergabung bersama akademi La Masia pada usia 11 tahun. Kemudian pada musim 1998/99 Xavi mulai menembus skuat utama Barcelona yang kala itu ditangani oleh Louis van Gaal.

Xavi kemudian hengkang meninggalkan Barcelona pada musim panas 2015 yang lalu untuk bergabung bersama klub Qatar, Al-Sadd. Xavi sendiri meninggalkan Barcelona dengan mencatat tinta emas, di mana dirinya berhasil mempersembahkan 27 trofi bergengsi untuk Barcelona, di antaranya adalah 8 gelar juara La Liga dan 4 gelar juara Liga Champions Erooa.

Dengan keputusannya gantung sepatu pada penghujung musim 2018/19, berarti Xavi meninggalkan dunia sepak bola pada usia 39 tahun.

Robin van Persie

Robin van Persie mengawali karier profesinoalnya dengan membela klub raksasa Belanda, Feyenoord pada musim 2001/02. Kemudian dia menarik perhatian Arsene Wenger yang pada akhirnya membawanya ke Arsenal setelah dirinya berhasil tampil menggila bersama Feyenoord dan mempersembahkan gelar juara Piala UEFA. Meskipun berhasil meraih kesuksesan bersama Arsenal, namun karier terbaik Van Persie adalah ketika membela Manchester United. Bersama The Red Devils, Van Persie berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Premier inggris musim 2012/13 dan dirinya menjadi top skor.

Di penghujung kariernya Van Persie kembali membela Feyenoord, dan kini dirinya pun memutuskan pensiun. Ia gantung sepatu di usia 35 tahun di klub yang telah membesarkan namanya, Feyenoord.

Petr Cech

Petr Cech mulai menarik perhatian setelah dirinya tampil menawan bersama Sparta Praha di kala usianya masih 19 tahun. Kemudian Cech mulai menebar kebintangannya kala membela Chelsea. Bersama The Blues, Cech berhasil meraih banyak gelar, di antaranya adalah 4 gelar juara Liga Premier Inggris 1 gelar Liga Champions Eropa.

Meskipun sukses bersama Chelsea, namun Cech memutuskan pindah ke Arsenal pada musim panas 2015. Ia pun kemudian mengakhiri kariernya bersama Arsenal di penghujung musim 2018/19.

Andrea Barzagli

Nama Barzagli mencuat bersama Juventus, dengan meraih 16 gelar bergengsi, di antaranya adalah 8 gelar Serie A dan 4 Coppa Italia. Dia juga sempat berpetualang di Jerman bersama Wolfsburg. Akan tetapi Barzagli kini telah memutuskan pensiun di usia 38 tahun, dan di musim terakhirnya dia hanya mencatat 7 penampilan di Serie A.

Nah, bagi kamu yang ingin bermain Sbobet, segera daftarkan dirimu disini, Winenlose.

Sambut Hari Waisak, Ini 4 Bintang Sepak Bola Dunia yang Beragama Buddha

Pada 19 Mei 2019 ini semua umat Buddha di dunia sedang memperingati hari Tri Suci Waisak, tak terkecuali para pemain sepak bola papan atas. Dalam Tri Suci Waisak ini para penganut Buddha memperingati tiga peristiwa penting sekaligus, yakni lahirnya Pangeran Siddharta Gautama, momen Pangeran Sidharta Gautama mencapai Penerangan Agung di usia 355 tahun, dan peristiwa wafatnya Siddharta Buddha Gautama di usia 80 tahun.

Berdasarkan informasi, Buddha bukanlah agama mayoritas penduduk di seluruh dunia. Karena menurut Pew Research Centre pada 2015, penganut agama Buddha di seluruh dunia hanya berkisar antara 487 juta. Meskipun demikian kemeriahan hari raya Tri Suci Waisak masih bisa dirasakan oleh umat yang merayakannya.

Sementara itu, di dunia sepak bola ada beberapa pemain bintang yang diketahui menjadi penganut agama Buddha. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Mario Ballotelli

Ballotelli ternyata adalah penganut agama Buddha yang cukup taat. Diketahui bhawa bomber asal Italia itu mendalami ajaran agama Buddha sekaligus sebagai terapi bagi dirinya, baik fisik atau pun psikis. Dalam pengakuannya, Ballotelli menyebutkan bahwa dirinya sudah rajin membaca kitab Dharma dan berbagai buku tekait agama Buddha ketika masih membela Manchester City. Kemudian Ballotelli yang kini membela klub Perancis, Olympique Marseille juga menempatkan beberapa patung Buddha di sudut rumahnya untuk bermeditasi sekaligus menenangkan diri,

Roberto Baggio

Kemudian ada nama mantan pemain andalan Timnas Italia, Roberto Baggio. Meskipun sudah gantung sepatu sejak 2004 yang lalu, namun kisah hidup Baggio masih menarik untuk disimak. Berdasarkan informasi, Baggio diketahui menganut agama Buddha, meskipun dirinya lahir dari keluarga Katolik yang taat. Akan tetapi karena merasa tidak nyaman dengan agama yang sebelumnya dia anut, Baggio pun memutuskan untuk pindah keyakinan ke agama Buddha.

Fabien Barthez

Kemudian ada mantan kiper timnas Perancis, Fabien Barthez. Kiper berkepala plontos itu mengaku memilih menjadi penganut agama Buddha karena dirinya bisa merasakan kedamaian ketika menjadi penganut agama asal India tersebut. Setelah pensiun, kini Barthez tak segan-segan untuk menyerahkan hidupnya pada agama yang dia anut tersebut.

Mahmet Scholl

Yang terakhir adalah mantan pemain andalan Bayern Munich, Mahmet Scholl. Ia awalnya diketahui bukan pemeluk agama Buddha, akan tetapi kemudian Scholl mengakui bahwa dirinya menemukan jati dirinya ketika sedang mempelajari agama Buddha. Sejak saat itu lah dia pindah keyakinan dan menjadi pemeluk agama Buddha.

Nah itu lah beberapa pemain sepak bola yang diketahui menjadi penganut agama Buddha. Nah, bagi kamu yang mengikuti perkembangan dunia olahraga dan ingin bermain Sbobet, kamu bisa Login Sbobet di Winenlose.

Hajar Persipura 3 – 0, Persib Bandung Pecahkan 3 Rekor Penting

Persib Bandung harus menjalani laga berat di pertandingan pekan ke-1 Liga 1 2019. Karena kali ini mereka harus berhadapan dengan Persipura Jayapura di Stadion si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/05) malam WIB. Namun beruntung, Persib berhasil melalui pertandingan ini dengan kemenangan 3-0. Dua gol Persib diborong oleh bomber asal Turkmenistan, Artur Gevorkyan, masing-masing pada menit ke-45+2 dan 63. Sementara satu gol lainnya dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-68. Sementara itu, kemenangan melawan Persipura juga membuat Persib berhasil memecahkan 3 rekor penting

Kemenangan Perdana Robert Rene Alberts

Seperti yang diketahui, Persib baru saja menunjuk pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts sebagai pelatih baru mereka, menggantikan Miljan Radovic yang dipecat. Dengan demikian, hasil melawan Persipura adalah kemenangan perdana yang dipersembahkan oleh Robert di Liga 1 2019 untuk tim Maung Bandung.

Kemenangan Perdana Persib Tanpa Kehadiran Atep

Kualitas Persib memang sempat diragukan oleh para pendukungnya setelah mereka gagal total di Piala Presiden 2019 yang lalu. Akan tetapi kemudian manajemen melakukan pembenahan, termasuk mengganti pelatih dari Radovic ke Robert. Hasilnya pun sudah terlihat jelas di pertandingan pekan pembuka Liga 1 2019, di mana tim Maung Bandung sukses membungkam tim kuat Persipura.

Menariknya lagi kemenangan ini mereka raih tanpa adanya Atep, pemain yang selalu menjadi andalan dan bahkan kapten tim setidaknya dalam 10 musim terakhir. Atep sendiri memang sudah dilepas oleh manajemen Persib tak lama setelah Liga 1 2018 berakhir.

Memutus Tren Buruk di Laga Pembuka Liga 1

Dalam dua musim Liga 1 sebelumnya, Persib selalu kesulitan untuk meraih kemenangan di laga pembuka. Pada Liga 1 2017, Persib harus puas bermain imbang 0-0 melawan Arema FC, sementara pada musim 2018 mereka juga harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 1-1 melawan PS TIRA. Namun kali ini Persib mampu memenangkan laga perdana Liga 1 2019 dengan mengalahkan Persipura.

Untuk mendapatkan berita dan prediksi bola terlengkap dan terpercaya, kamu bisa mengunjungi website Dothixala. Dijamin lengkap dan kamu tak bakal salah dalam menebak hasil pertandingan.

Prediksi PSM Makassar vs Semen Padang, Tim Juku Eja On Fire

PSM Makassar akan memulai kompetisi Liga 1 2019 dengan melawan Semen Padang di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Senin (20/05) malam mulai pukul 20:30 WIB. Laga ini pun dipastikan bakal berlangsung seru, layaknya laga pembuka lainnya.

PSM Makassar

PSM Makassar akan memasang target tinggi pada kompetisi Liga 1 musim 2019, di mana tim berjuluk Juku Eja itu manargetkan untuk menjadi juara. Bukan target yang berlebihan, mengingat musim ini PSM juga diperkuat oleh banyak pemain papan atas, seperti halnya Marc Anthony Klok, Bayu Gatra, Rizky Pellu, hingga Eero Markkanen.

Dari sekian banyak pemain bintang yang dimiliki, Markkanen mungkin menjadi pemain yang paling ditunggu-tunggu penampilannya. Karena bomber berusia 27 tahun itu pernah menjadi bagian dari skuat klub papan atas Spanyol, Real Madrid.

Sementara soal laga melawan Semen Padang, seharusnya PSM tidak akan menemui kesulitan untuk bisa meraih kemenangan. Selain akan bermain di kandang sendiri, PSM juga memiliki catatan yang apik ketika melawan tim Kabau Sirah, di mana mereka mampu meraih kemenangan dengan skor telak 4-0 di pertemuan terakhir.

Selain itu, kini PSM juga tengah on fire dan bahkan mereka dipastikan berhasil lolos dari babak grup Piala AFC 2019. Di laga terakhir mereka mampu menghajar tim asal Laos, Lao Toyota dengan skor 0-3 pada laga lanjutan babak penyisihan Grup Piala AFC.

Semen Padang

Sementara Semen Padang pada kompetisi musim ini berstatus sebagai tim promosi, bersama dengan PSS Sleman dan Kalteng Putra. Oleh sebab itu, Semen Padang tidak memasang target tinggi pada Liga 1 2019, mereka hanya menargetkan tim mampu finish di posisi lima besar klasemen akhir.

Soal pemain, Semen Padang memang tidak memiliki skuat semewah PSM. Mayoritas mereka masih akan mengandalkan pemain yang membela mereka di kompetisi Liga 2 musim lalu, dan ditambah dengan beberapa muka baru serta legiun asing.

Pada laga nanti pemain Semen Padang yang diprediksi bakal menjadi sorotan adalah Irsyad Maulana. Karena dia dikenal memiliki insting yang cukup tajam dalam mencetak gol. Sementara untuk melihat prediksi bola terlengkap dan berita sepak bola terkini, bisa mengunjungi website Dothixala.

Head to Head PSM Makassar vs Semen Padang

03/10/2017 PSM Makassar 4-0 Semen Padang

09/06/2017 Semen Padang 2-1 PSM Makassar

09/09/2016 PSM Makassar 3-2 Semen Padang

30/04/2016 Semen Padang 2-1 PSM Makassar

20/11/2015 PSM Makassar 0-0 Semen Padang

Lima Pertandingan Terakhir PSM Makassar

17/04/2019 Kaya FC 1-2 PSM Makassar

27/04/2019 Bhayangkara Surabaya United 4-2 PSM Makassar

30/04/2019 PSM Makassar 3-2 Home United FC

03/05/2019 PSM Makassar 2-0 Bhayangkara Surabaya United

14/05/2019 Lao Toyota 0 – 3 PSM Makassar

Lima Pertandingan Terakhir Semen Padang

03/02/2019 Tira Persikabo 2-0 Semen Padang

26/02/2019 Barito Putera 1-1 Semen Padang

03/03/2019 Bhayangkara FC 4-2 Semen Padang

12/03/2019 Semen Padang 1-2 Bali United

4/03/2019 Semen Padang 2-0 Mitra Kukar

Prediksi Line Up PSM Makassar vs Semen Padang

PSM Makassar: Rivky Mokodompit; Abdul Rahman Sulaeman, Zulkifli Syukur, Asnawi Mangkualam, Hasyim Kipuw, Rasyid Bakri, Hendra Wijaya, Muhammad Arfan, Marc Klok, Wiljan Pluim, Ferdinand Sinaga, Guy Junior Ondoua, Eero Markkanen

Semen Padang: Rendy Oscario Sroyer; Agung Prasetyo, Rudi Doank, Novrianto, Handi Ramdhan, Ko Jae-Sung, Tambun Naibaho, Adi Nugroho, Finno Andrianas, Leo Guntara, Irsyad Maulana

Prediksi Skor PSM Makassar vs Semen Padang: 2 – 0

Karena Ini, Comvalius Sebut Kerusuhan di Sleman Sama seperti di Jerman

Laga pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/05) malam WIB harus diwarnai oleh kericuhan antar suporter. Akibat insiden itu wasit harus menghentikan jalannya pertandingan pada menit ke-30, atau setelah Arema mampu menyamakan kedudukan melalui tandukan Sylvano Comvalius.

Kamudian baru-baru ini Comvalius menyebutkan bahwa kerusuhan suporter di Sleman tak ubahnya seperti kerusuhan yang terjadi di sepak bola Jerman. Hal itu ia katakan karena memang dirinya sempat menjadi saksi langsung atas kerusuhan sepak bola yang mengerikan di Jerman, tepatnya ketika dirinya membela klub kasta kedua, Dynamo Dresden pada musim 2014/15 yang lalu.

Namun Comvalius tidak bisa menyebutkan secara detail kerusuhan yang terjadi di Jerman kala itu. Akan tetapi yang jelas Comvalius mengakui bahwa kerusuhan sepak bola di Indonesia membuatnya tak habis pikir. Karena dia menilai bahwa masyarakat Indonesia sangat ramah dan cukup bersahabat.

“Tentu saja saya pernah menjadi saksi kerusuhan ketika bermain di Jerman bersama Dynamo Dresden dan juga dengan beberapa klub lain yang memiliki suporter fanatik. Namun yang terjadi di Indonesia selalu berbeda, karena saya pikir masyarakat Indonesia itu ramah, namun kadang juga tidak. Sangat menyedihkan,” kata Comvalius.

Sementara itu, kerusuhan yang terjadi di dalam Stadion Maguwoharjo juga mengejutkan banyak pihak terkejut. Kraena kerusuhan itu melibatkan kedua kelompok suporter yang terkenal akan kreativitas tinggi dan sikapnya yang sopan. Bahkan sebelum pertandingan dimulai suporter kedua tim terlihat membaur di luar stadion, dan bahkan mereka sempat buka bersama.

Kemudian setelah ditelusuri oleh pihak kepolisian, mereka mengungkapkan bahwa biang keladi kerusuhan bukan dari kelompok suporter PSS atau pun Arema. Polisi menyebutkan bahwa ada oknum provokator yang menjadi pemicu kerusuhan dan menginginkan agar pertandingan tidak berjalan kondusif.

Pada pertandingan itu sendiri Arema harus mengakui keunggulan tuan rumah PSS dengan skor 3-1. Dua gol yang dicetak oleh PSS terjadi setelah wasit kembali melanjutkan pertandingan setelah suasana di dalam stadion kembali kondusif. Untuk mengetahui berita dan prediksi bola terlengkap dan terupdate melalui website bisa mengunjungi Beosjapan.

Usai Kerusuhan di Laga PSS vs Arema, PT LIB Beri Ancaman ke Suporter

Laga pembuka Liga 1 2019 yang mempertemukan antara tuan rumah PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (15/05) malam WIB harus menyisakan catatan kelam. Alih-alih berlangsung menarik, laga yang berakhir dengan skor 3-1 untuk keunggulan PSS itu justru harus diwarnai oleh kericuhan antar suporter.

Sejak awal pertandingan kondisi di tribun memang sudah tidak kondusif, di mana tensi suporter kedua tim sudah memanas. Puncaknya setelah Arema mampu menyamakan skor melalui tandukan Sylvano Comvalius pada menit ke-29. Suporter kedua tim terlihat saling lempar batu, pecahan tekel, hingga perang kembang api. Akibatnya wasit menghentikan jalannya pertandingan untuk sementara waktu, sembari menunggu situasi kembali kondusif.

Setelah pertandingan usai, operator Liga 1 2019, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sangat menyayangkan terjadinya hal tersebut. Karena insiden itu membuat PT LIB juga harus menghadapi panggilan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Namun pada pertemuan yang berlangsung Jum’at (17/05) siang kemarin, BOPI tidak akan mencabut rekomendasi jalannya Liga 1 2019. Karena Asep Saputra selaku manajer kompetisi PT LIB mengaku sudah memberikan laporan terkait insiden tersebut kepada BOPI. Kemudian PT LIB juga telah menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat sepak bola Indonesia terkait insiden tersebut.

“Secara khusus PT LIB meminta maaf kepada masyarakat sepak bola Indonesia terkait insiden yang terjadi di laga PSS melawan Arema kemarin (Rabu),” kata Asep.

Lebih lanjut, PT LIB berharap tidak akan ada lagi insiden kerusuhan yang mewarnai jalannya pertandingan di Liga 1 2019. Kalau pun terjadi lagi, PT LIB tak segan untuk memberikan hukuman berat kepada suporter yang terlibat kerusuhan. Akan tetapi hukuman itu sendiri baru akan dijatuhkan oleh PT LIB setelah berkoordinasi dengan PSSI.

“Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap hal-hal yang berbau kerusuhan. Kami ingin berkomitmen seperti rekomendasi yang telah tedikeluarkan oleh BOPI, apabila fakta intergritas ditandatangani seluruh klub dan harus dijaga bersama. Liga 1 2019 masih akan melangsungkan 302 pertandingan dan semoga bisa menjaga situasi kondusif demi sepak bola profesional di Indonesia,” pungkasnya. Untuk mendapatkan berita dan prediksi bola terakurat mengenai Liga 1 bisa mampir ke website Beosjapan.

Pemain Bintang yang Ramai-Ramain Tinggalkan Manchester United

Pada jendela transfer musim panas nanti, manajemen Manchester United mungkin akan menjadi yang paling sibuk diantara manajemen klub lainnya. Pasalnya manchester United yang performanya merosot pada musim ini dinilai harus melakukan perombakan tim demi untuk mampu bangkit pada musim depan. Meski demikian, sejumlah pemain bintang dikabarkan akan segera meninggalkan Manchester United karena sudah tidak lagi betah.

Paul Pogba

Nama pemain asal Prancis ini belakangan terus menerus diisukan akan segera meninggalkan Manchester United. Penampilan Pogba di Manchester United kabarnya tidak mampu maksimal karena berbagai faktor di luar lapangan yang mengganggu sang pemain. Kabarnya hal inilah yang membuat Pogba akan segera keluar dari Old Trafford. Pogba yang didatangkan Manchester United dari Juventus dengan status pemain termahal saat itu, memang tidak bisa begitu saja pergi karena masih terikat kontrak yang masih cukup lama. Selain itu Manchester United juga tak akan membandrol sang pemain dengan harga yang murah.

Alexis Sanchez

Nama Sanchez seolah menghilang dari atas lapangan pada musim ini. Beberapa pihak menilai juka Sanchez telah melewati masa keemasannya. Selain telah termakan usia, faktor cederalah yang menjadi penghalang utama penampilan Sanchez di Manchester United. Meski demikian, nampaknya Sanchez masih mau mencoba peruntungan dengan memilih untuk hengkang dari Manchester United dan mencari pelabuhan barunya.

David De Gea

De Gea terus mendapat sorotan ketika beberapa kali melakukan blunder fatal yang berujung dengan kekalahan Manchester United. De Gea juga disebut sebut menjadi salah satu faktor penyebab terpuruknya Setan Merah musim ini. Meski Demikian, sejumlah klub tertarik untuk mendatangkan kiper asal Spanyol ini. Salah satu yang berhasrat mendatangkan De Gea adalah Real Madrid yang telah mengincar sang pemain sejak musim lalu.

Anthony Martial

Martial digadang gadang akan menjadi bintang masa depan saat pertama kali didatangkan ke Manchester United. Namun Martial dianggap gagal untuk tampil maksimal sehingga tak mampu bersinar. Sejumlah klub siap menampung Martial diantaranya adalah PSG dan juga Juventus.