AS Roma akhirnya telah menentukan sosok pelatih baru setelah kontrak pelatih sebelumnya, Claudio Ranieri berakhir pada penghujung musim 2018/19. Pelatih baru yang dimaksud adalah Paulo Fonseca yang resmi ditunjuk untuk menangani AS Roma mulai musim kompetisi 2019/20 mendatang. Penunjukkan Fonseca sebagai pelatih juga sudah diumumkan oleh AS Roma melalui akun Twitter resmi mereka, @OfficialASRoma. Menurut informasi yang diperoleh, mantan arsitek Shakhtar Donetsk itu dikontrak I Giallorossi selama 2 tahun atau hingga musim panas 2021 mendatang dengan opsi perpanjangan selama satu musim.

Sekilas Tentang Paulo Fonseca

Paulo Fonseca adalah pelatih yang lahir di Nampula, Mozambik pada 46 tahun yang lalu. Sebelum menjadi pelatih, Fonseca aktif bermain bersama beberapa klub besar Portugal, salah satunya bersama FC Porto. Setelah memutuskan pensiun sebagai pemain profesional pada tahun 2005, Fonseca kemudian mencoba peruntungan dengan menjabat sebagai pelatih di tim muda Estrela Amadora.

Kemudian dia juga sempat menjabat sebagai pelatih FC Porto pada periode 2013-14 yang lalu. Namanya di dunia kepelatihan mulai melambung setelah berhasil mengantarkan Shakhtar Donetsk meraih 3 gelar juara Liga Premier Ukraina dan 3 gelar juara Piala Ukraina. Melatih Shakhtar Donetsk pada periode 2016 hingga 2019, Fonseca tercatat telah menjalani 139 pertandingan dengan hasil 104 kemenangan dan hanya menelan 17 kekalahan dengan persentase kemenangan sebesar 74,82 persen. Nah, mau dapat persentase menang yang lebih besar dalam bermain Casino Online? Langsung saja kunjungi 988Sport.net dan buktikan keunggulannya.

Fonseca Dapat Tantangan Berat Bersama AS Roma

Bersama AS Roma, Fonseca dipastikan akan mendapat tantangan berat untuk mengembalikan kejayaan tim asal ibu kota Italia tersebut. Sempat menjadi tim yang paling disegani di Eropa, prestasi AS Roma justru menurun dalam beberapa musim terakhir. Pada musim 2018/19 mereka juga harus puasa gelar dan hanya menduduki posisi ke-6 klasemen akhir Serie A dengan koleksi 66 poin, hasil dari 18 kemenangan dan 8 kekalahan dari 38 pertandingan. Hal itu pun membuat AS Roma dipastikan gagal lolos ke Liga Champions Eropa musim depan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *