Serie A musim 2019/20 akan diwarnai oleh kepulangan dua pelatih ternama. Karena Maurizio Sarri yang sebelumnya melatih di Inggris bersama Chelsea kini memutuskan kembali ke Italia dan menangani Juventus, menggantikan posisi Massimiliano Allegri yang memilih untuk mengundurkan diri. Selain itu juga ada nama Antonio Conte, yang sebelumnya menganggur usai didepak Chelsea kini telah memutuskan kembali ke Italia dengan menangani Inter Milan.

Kepulangan kedua pelatih itu pun diprediksi akan merubah peta kekuatan di Serie A musim depan. Bahkan Conte bersama skuat Inter Milan berpeluang besar untuk mematahkan dominasi Juventus yang telah berhasil memenangkan trofi Serie A dalam 7 musim terakhir secara beruntun. Peluang Conte untuk mengakhiri dominasi Juventus juga semakin besar karena empat alasan yang berikut ini.

Sempitnya Filosofi Maurizio Sarri

Sarri gagal menerapkan filosofi Sarri-ball ketika masih menangani Chelsea. Meskipun berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Europa 2018/19, namun Sarri dianggap tidak mampu sepenuhnya menerapkan filosofi menyerang ala Sarri-ball, yang pernah dia terapkan sebelumnya ketika masih melatih Napoli.

Kini Sarri juga dikhawatirkan gagal menerapkan filosofinya ketika menangani Juventus. Terlebih sebelumnya Juventus di bawah kendali Allegri lebih mengutamakan pertahanan, sehingga mereka membangun serangan ke jantung pertahanan lawan secara pragmatis.

Rekor Antonio Conte

Conte adalah pelatih yang sudah akrab dengan trofi. Hal itu terbukti setelah dia berhasil mempersembahkan tiga trofi Serie A secara beruntun untuk Juventus, mulai tahun 2011 hingga 2013 yang lalu. Kemudian saat pindah ke Chelsea pun demikian, Conte mampu mempersembahkan trofi Liga Premier Inggris di musim debutnya. Tidak hanya itu, kala itu dirinya juga berhasil membuat Chelsea mencetak sejarah dengan meraih kemenangan terbanyak dalam satu musim, yakni sebanyak 30 kemenangan dari 38 pertandingan.

Ego Tinggi Para Pemain Bintang Juventus

Untuk saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa Juventus memiliki skuat yang lebih berkualitas ketimbang Inter Milan. Namun hal itu juga bisa menjadi bomerang bagi Sarri, terlebih dia dikenal jarang melakukan rotasi. Dengan demikian, dia akan menghadapi tantangan berat untuk membuat semua pemain Juventus merasa bahagia dengan kesempatan bermain yang diberikan.

Skuat Juventus Mulai Menua

Meskipun lebih berkualitas, namun kini skuat utama Juventus banyak dihuni oleh pemain gaek dengan usia lebih dari 30 tahun. Di barisan pertahanan ada nama Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, yang di mana masing-masing telah berusia 32 dan 34 tahun. Blaise Matuidi, Sami Khedira, Miralem Pjanic, Mandzukic, dan bahkan hingga Ronaldo kini juga telah berusia lebih dari 30 tahun.

Untuk kamu yang ingin mendapat pemasukan tambahan, tidak ada salahnya mencoba bermain Poker dengan mengunjungi 988Poker.me dan buktikan sendiri banyak keuntungannya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *